Artikel Pilihan Editor

KPK OTT Tiga Bupati Lampung, Bisakah Setoran Proyek Hilang?

Ini pertanyaan paling dihindari siapa pun yang terlibat mengurusi proyek infrastruktur. Apalagi di Lampung yang dikenal paling 'serem' angka setorannya. Korbannya, juga tak tanggung-tanggung, tiga bupati masuk bui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran menerima gratifikasi terkait proyek infratruktur.

Saat Bupati Lampung Tengah Mustafa kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK, sebagian mungkin masih menilai itu cuma sial. Lalu, saat Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan juga kena OTT, semua mengaitkannya dengan posisi Sang Kakak yang Ketua MPR karena berbeda haluan dukungan dengan petahana pada kontestasi Pilpres 2019.

Nah, saat Bupati Mesuji Khamami yang selama ini dikenal sederhana juga kena OTT, apa lagi dalihnya? Praktek setoran proyek adalah benang merah ketiganya. Apa pun tafsirannya, ketiganya punya legitimasi kuat untuk kena OTT, karena KPK tidak akan pernah mau bidikannya lepas dengan vonis bebas.

Ya, OTT KPK bukan untuk nego, tapi masuk bui. Seorang kawan pemborong sering berseloroh saat mendengar ada OTT. "KPK ini ngak ada pasarannya. Kalau yang lain nangkep, masih ada pasarannya," kata kawan tersebut.

Pasaran yang dimaksud kawan tersebut tentu saja nilai nego agar bebas atau paling tidak bisa '86'. Mereka paham benar berapa besaran nilai jika ada penangkapan selain KPK.

Bisakah setoran proyek hilang setelah tiga rangkaian OTT KPK? Tidak bisa, kalau semua pemangku kepentingan di bidang pengadaan barang dan jasa menganggapnya itu cuma sial. Tapi tiga bupati itu bisa jadi 'tugu peringatan' jika dijadikan momentum mengembalikan proyek infrastruktur ke aturan dan tidak menjadi 'harta rampasan perang' para kepala daerah beserta 'TS'-nya.

Membangun komitmen, gentlement agreement, dan pengawasan bersama menjadi kuncinya. Tak bisa pengawasan hanya diserahkan kepada aparat. Semua elemen masyarakat yang peduli dan komit, terutama para pelaku, harus menjadikan ketiga bupati itu 'tugu peringatan'. Jangan tambah lagi kepala daerah di Lampung memakai rompi orange KPK.

Tabikkk puunnnn....

 

Amiruddin Sormin
Wartawan Utama


Artikel Terkait