(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName('script')[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.6"; fjs.parentNode.insertBefore(jsfjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));
UBL Penuhi Cita-Cita Remaja Disabilitas asal Tulangbawang ini Jadi Arsitek
Bupati Tulangbawang Hj. Winarti (depan) bersama Aziz dan Wakil Rektor UBL Harpain di Menggala, Senin (28/1/2019). LAMPUNGPRO.COM/HUMAS PEMKAB TUBA
Bupati Tulangbawang Hj. Winarti (depan) ...

UBL Penuhi Cita-Cita Remaja Disabilitas asal Tulangbawang ini Jadi Arsitek

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Tim Universitas Bandar Lampung (UBL) bergerak cepat setelah membaca kisah Aziz Hermawan, penyandang disabilitas asal Tulangbawang yang bercita-cita jadi arsitek di Lampungpro.com, pada edisi Sabtu (26/1/2019). Tim dipimpin Wakil Rektor 2 UBL, Harpain itu, menemui Aziz yang tengah diterima Bupati Tulangbawang Hj. Winarti, di Menggala, Senin (28/1/2019).

Kepada Aziz, Rektor UBL M. Yusuf Barusman, melalui sambungan telepon mengatakan siap menguliahkannya dengan biaya penuh UBL. "Kami segera mengurus administrasinya agar Azis segera kuliah di UBL," kata Harpain yang ditemani Bery Salatar dan Irawati dari Marketing dan Humas UBL.

Azis yang merupakan warga Kampung Sukarame, Kecamatan Meraksa Aji, ini memiliki kemampuan di bidang arsitek namun memiliki keterbatasan fisik. Kisah 'tukang insinyur milenial' ini sebelumnya berjalan normal dan tumbuh sehat seperti anak seusianya.

Namun kehidupan Aziz, berubah saat kelas dua SMP usai jatuh dari pohon rambutan. Dia mengalami retak tulang ekor dan patah tulang kaki. Saat itu, Azis hanya mendapat pengobatan tradisional karena keadaan keluarga dan rumahnya jauh dari kota.

Masa SMA dijalani Aziz dengan sedikit kendala kesehatan, karena secara kasat mata sembuh, tetapi sebenarnya belum. Saat kelas dua SMA, Aziz lumpuh, tidak bisa menggerakkan kaki. Niat dan tekad sekolah tidak surut. Sakit tidak dihiraukan, Aziz tetap sekolah dan terus belajar dan melahap bacaan favoritnya tentang bangunan.

Keterbatasan fisik membuat Aziz hanya di rumah. Tetapi tekad menjadi arsitek, membuat semangatnya tidak kendur. Dia belajar otodidak dengan memanfaatkan lidi untuk membuat miniatur gedung, menara, dan bangunan. Ide di benaknya dituangkan dalam gambar atau sketsa lalu diaplikasikan dalam bentuk miniatur. Hasil karyanya, dikenal tak hanya di Lampung.

BACA JUGA: Waw, Penyandang Disabilitas di Tulangbawang ini Bakat Arsitektur

Keinginannya bertemu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga seorang arsitek, pun terwujud. Bersama Bupati Hj. Winarti, Aziz berkesempatan diwawancarai sebuah acara reality show sebuah stasiun televisi swasta Jakarta.

"Pak Rektor menyampaikan akan memberi fasilitas perkuliahan pada Aziz sampai selesai. Tidak ada biaya apa pun. Pak Rektor sangat berterima kasih kepada Bupati Hj. Winarti yang mempertemukan UBL dengan Aziz. Dia aset kita, bukan hanya Tulangbawang tetapi Indonesia," ujar Harpain di rumah Dinas Jabatan Bupati Tulangbawang. (PRO1)


Komentar

Artikel Terkait