Artikel Pilihan Editor

Sebelum Kerja, Pelajari Siapa Pemiliknya

Nyalinya menjadi PNS putus ketika Sang Ayah, Chairullah Gultom, yang ketika itu pejabat teras di Pemerintah Provinsi Lampung, menyodorinya setumpuk buku peraturan tentang abdi negara. Setumpuk buku itu kemudian menyadarkannya betapa penting mempelajari seluk beluk bakal tempat bekerja. "Wah, kalau aturan buku itu semua dituruti, jadi PNS itu bukan hal mudah," kata Indriati Agustina, di Bandar Lampung, Kamis (2/3/2017).

Ajaran Sang Ayah itulah yang membuatnya tidak menanyakan gaji ketika bergabung di Universitas Bandar Lampung (UBL). Hal pertama yang dia minta adalah buku biografi pendiri UBL, R.M. Barusman. Menurut Indriati yang kini menjabat Manajer Biro Marketing, Humas,dan Kerjasama (BMHK) UBL itu, permintaannya dianggap aneh dan tak lazim.

"Bagaimana saya mau bekerja baik, kalau tak kenal misi pendirinya dan seperti apa cita-citanya. Tentu harus tahu, agar cita-cita pendirinya dapat saya teruskan," kata Indri, nama panggilannya.

Tak heran, semasa R.M. Barusman masih hidup, Indri termasuk yang dekat dengan pendidik Lampung itu. Datuk, begitu R.M. Barusman biasa dia panggil bahkan lebih sering bertandang ke ruang kerjanya untuk berdiskusi.

"Hidup Datuk itu betul-betul untuk pendidikan. Saya pernah tanya, seperti apa UBL kelak. Jawabnya sangat simpel, ya tetap jadi UBL. Kalau pun nanti muncul unit-unit bisnis dari UBL, Datuk berharap itu tumbuh dari para alumni UBL," kata Indri.

Semangat R.M. Barusman itulah yang senantiasa disampaikan wanita kelahiran 18 Agustus 1972 ini ketika berhadapan dengan mahasiswa. Dia selalu mendorong mahasiswa berwirausaha dan tidak selalu berkhayal kerja kantoran apalagi PNS. (PRO1)


Komentar