Bumades Petambak Udang Dipasena Lampung Jalankan Bisnis Tanpa Bank
Peserta RUPS PT SSB usai rapat di Rawajitu Timur, Tulangbawang, Sabtu (15/12/2018). LAMPUNGPRO.COM
Peserta RUPS PT SSB usai rapat di Rawaji...

Bumades Petambak Udang Dipasena Lampung Jalankan Bisnis Tanpa Bank

RAWAJITU TIMUR (Lampungpro.com): Badan Usaha Milik Antar Desa (Bumades) PT Setiga Sukses Bersama (SSB), Tulangbawang, Lampung, mampu bertahan menjalankan bisnis selama dua tahun tanpa menggunakan sistem ekonomi hutang dan pinjaman berbunga dari perbankan. Bumades milik petambak di tiga kecamatan ini berencana tetap mandiri menjalankan bisnis seperti membuat unit pakan mandiri dan pemasaran khusus.

Pada tahun pertama operasional Bumades yakni 2017, total modal tercatat Rp205 juta naik menjadi Rp247,6 juta di 2018. "Meski kondisi membaik, kami tetap optimis menjalankan bisnis di 2019 dengan beberapa rencana strategis dalam mendukung budidaya udang petambak," kata Direktur Utama Bumades Arie Suharso, pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) SSB di Bumi Dipasena Mulya, Rawajitu Timur, Sabtu (15/12/2018).

RUPS itu dihadiri 26 perwakilan desa dari tiga kecamatan yakni Rawajitu Selatan, Rawajitu Timur, dan Gedung Aji Baru. “Dua tahun ini kami masih fokus pada usaha budidaya udang dengan pola bagi hasil yang baik. Permodalan yang sepenuhnya terkumpul dari dana desa di pergunakan untuk pembiayaan usaha budidaya masyarakat,“ ujar Arie Suharso.

Pada RUPS itu terungkap sejumlah permasalahan dan strategi dalam menghadapi bisnis di 2019. Menurut Komisaris PT SSB, Nafian Faiz, harga jual udang belum seimbang dengan naiknya biaya produksi. Oleh karena itu, pihaknya memutuskan membangun unit usaha pengadaan bahan baku dengan pola bagi hasil. "Kami juga menggandeng Bumdes lain untuk pengadaan bahan baku pakan," kata Nafian.

Dari kondisi itu, kata Nafian, petambak Dipasena akan terus berupaya mandiri. "Petambak Dipasena secara kolektif belum pernah mencoba untuk mandiri dalam hal input operasional," kata Nafian. (PRO1)


Komentar

Artikel Terkait