Merusak Jalan, Warga Way Kanan Hentikan Truk Batubara Menuju Bakauheni
Para sopir truk angkutan batubara saat dihentikan warga, di Way Kanan, Sabtu (20/10/2018). LAMPUNGPRO.COM
Para sopir truk angkutan batubara saat d...

Merusak Jalan, Warga Way Kanan Hentikan Truk Batubara Menuju Bakauheni

WAY KANAN (Lampungpro.com): Warga Way Kanan menghentikan truk pengangkut batubara dari Muara Enim, Sumatra Selatan, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, sejak sepekan terakhir. Truk dihentikan akibat rusaknya sejumlah ruas jalan dan jembatan di Way Kanan.

"Kami menghentikan angkutan batubara jembatan utama penghubung Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan kembali rusak. Jadi kami menghentikan pengiriman batubara dan memenuhi tuntutan warga untuk memperbaiki jembatan Way Umpu yang kami perbaiki selama dua hari," kata Ferdi (40) perwakilan masyarakat sekaligus karyawan Ikatan Pengusaha Lampung (IPAL).

Namun dia mempermasalahkan masih ada sebagian truk bisa lewat. Sedangkan truk mereka tidak bisa lewat. "Di sini ada pemain pengusaha batubara dan oknum yang memanfaatkan situasi. Akhirnya kami dan warga sepakat menghentikan angkutan batubara. Kesepakatannya, angkutan batubara harus balik arah dan tidak boleh lewat untuk sementara sebelum menemui titik terang," kata Ferdi, Sabtu (20/10/2018).

Di tempat yang sama, Hendra sopir angkutan batu bara tiga hari tertahan dan tidak boleh melanjutkan perjalanan. "Kami tidak tahu ada larangan boleh melintasi Jalan Trans Sumatara. Kami hanya sopir yang mengantar batubara dari Muara Enim ke Jakarta," kata Hendra.

Dia mengaku untuk melintasi jalan itu, harus membayar Rp330 ribu. Sedangkan untuk gaji sekali berangkat Rp500 ribu. Hingga Sabtu, truk yang tertahan mencapai dan tidak bisa meneruskan perjalanan.

"Kami sudah memberitahukan pada pemilik usaha batubara. Tapi belum ada tanggapan. Kalau keinginan kami balik arah , karena tidak ingin ambil risiko," kata Hendra. (INDRA/PRO1)


Komentar

Artikel Terkait