Artikel Pilihan Editor

Tiga Bupati Dibui KPK, Lampung Darurat Setoran Proyek

Dalam jagad jasa pengadaan dan konstruksi, Lampung terkenal peringkat atas dalam jumlah setoran proyek. Persentasenya 25% untuk 'big boss' dan 15% bagi-bagi untuk pengamanan laporan, hingga totalnya 40% dari pagu proyek.

Persentase pengamanan 15% ini dibutuhkan untuk berbagai keperluan. Misalnya, 'uang mundur' bagi rekanan yang 'numbur' tender, biaya inspektorat, atau ada oknum aparat yang mobilnya masuk bengkel, pamit mutasi, dan dinas luar kota.

Itu sebabnya, pengusaha jasa konstruksi berkualifikasi A enggan ikut tender di Lampung. Lebih enjoy bermain proyek nasional atau ikut tender di provinsi lain.

Kawan pengusaha asphalt mixing plant atau unit produksi campuran beraspal, sering dibuat galau lantaran menerima order hotmix jalan yang jauh dari spek. Tak diterima order melayang, diterima bisa-bisa ikut diperiksa jika ada temuan.

Akibatnya, hotmix yang digelar di jalan seperti mengoleskan mentega di atas martabak, tipis setipis kulit ari. Campuran semen pun akhirnya bukan 1:10 lagi tapi bisa 1:20, sehingga digempur tangan pun bangunan bisa rubuh.

Akibat tingginya setoran, semua spek berubah dan konsultan serta pengawas pun turut mengamininya. Jadi wajar jika kemudian muncul aneka sebutan. Seperti 'proyek seumur jagung' atau 'proyek seumur jaminan'. Kalau kemudian ada pernyataan tentang kondisi jalan mantap, orang lantas menyambutnya dengan kalimat, "Mantap berapa hari?".

Namun dua bupati yakni Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan dan Bupati Lampung Tengah Mustafa, yang masuk bui karena bermain APBD dan kasus suap rupanya belum cukup untuk Lampung. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih perlu menambah satu lagi operasi tangkap tangan (OTT) yakni Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, pada Jumat (27/7/2018) dini hari.

Adakah dampak OTT Zainudin Hasan? Mari kita lihat pada pembahasan APBD Perubahan 2018 dan penyusunan APBD murni 2019 yang tengah berlangsung. Jika setoran belum hilang atau paling tidak turun, KPK tampaknya harus menambah contoh lagi.


Tabik puunnnn..........

 


Amiruddin Sormin
Wartawan Utama

 

 

 

 


Artikel Terkait