Artikel Pilihan Editor

Kuliner Indonesia Makin Populer di Paris

Kuliner Indonesia Makin Populer di Paris

PARIS (Lampungpro.com): Kuliner Nusantara makin populer di Paris. Perhelatan gastronomi “Wonderful Indonesia” di Shangri-la Hotel, Paris, memecahkan rekam jejak selama 10 tahun terakhir.

Selama event 6 hari itu, angka kunjungan tamu menyentuh 756 orang. Daftar tunggunya pun rata-rata 10-15 per hari. “Total angka 756 tamu itu adalah pencapaian luar biasa. Ini rekor baru. Baru kali ini makanan Indonesia berhasil memikat hati banyak orang di Prancis,” ujar William Wongso, ahli kuliner Indonesia, Minggu (19/2).

William Wongso memang tak berlebihan. Maklum, Prancis selama ini dikenal sebagai kiblat gastronomi dunia. Di Prancis semua tatanan memasak dan pengetahuan tentang bahan yang digunakan sampai dengan teknik presentasi berkembang sangat pesat. Sekolah-sekolah memasak juga cepat menyebar di seantero Prancis. Standarnya sudah banyak dijadikan rujukan gastronomi dunia. Sampai sampai sekolah memasak di Indonesia pun menggunakan kurikulum dan teknis negara gastronomi ini.

Yang membuat William makin sumringah, daftar tamu yang datang bukan saja dari Paris. Pengunjung dari kota-kota lainnya yang berjarak sekitar 3-5 jam dari Paris juga ikut merapat ke event gastronomi yang dibalut warna Indonesia itu. Dan semuanya rela menikmati lezatnya hidangan Indonesia yang dibanderol dengan harga lumayan tinggi.

“Ini ibukotanya gastronomi dunia. Orang Prancis terkenal pandai menilai dan menghargai makanan. Artinya untuk masuk dalam industri makanan di Prancis bukanlah hal yang mudah. Tapi saat gastronomi Indonesia tampil di Prancis, justru mereka yang antusias dengan kita. Ini prestasi besar, misi kolaborasi terbaik selama karir saya,” ujar William.

Kibaran prestasi ini tak lepas dari kerja bareng yang mengusung spirit Indonesia Incororporated, semangat yang kerap dilontarkan Menpar Arief Yahya di berbagai kesempatan. Dukungan acara dikawal langsung Kementerian Pariwisata dan Kemendikbud. Sementara Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) dan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Prancis ditunjuk sebagai pelaksana.

Urusan penyajian kulinernya, dihandle chef kondang William Wongso. Dia dibantu Chef muda Budi Lee dan Renatta Moeloek serta cook Suherman Ade yang diberi peran sebagai tim kuliner. Satunya lagi, ada dukungan host dari Shangri-la Hotel Paris. “Hasilnya ya seperti tadi. Kita sukses menunjukkan bahwa potensi gastronomi Indonesia tidak kalah dari negara lain. Elegan. Jenis makanannya pun sangat beragam. Sekarang tinggal kita kemas menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value," katanya.

“Kebetulan orang Prancis doyan makan. Jadi ini sudah sangat pas. Kita giring orang jatuh cinta lewat makanan, setelah itu akhirnya mencintai destinasi pariwisata Indonesia," ujar VITO Kemenpar di Prancis, Eka Moncarre, yang berharap kegiatan ini semakin meyakinkan traveller Eropa untuk berwisata ke tanah air. Sebab, tahun 2017 ini tantangannya 15 juta wisman lagi, 3 juta lebih besar dari capaian 2016 yang hanya 12,023 juta.

Mempopulerkan karya budaya kuliner Indonesia inilah yang diminta Menpar Arief Yahya agar menjadi kekuatan atraksi budaya Pariwisata Indonesia. Dan hal ini, ikut diamini Presiden Akademi Gastronomi Indonesia (AGI), Vita Datau Messakh. “Beragam kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia telah mendunia bahkan digemari oleh pemimpin di dunia seperti mantan Presiden AS Barack Obama. Tasanya benar-benar bangga melihat orang-orang Eropa merasakan nikmatnya masakan kita,” ujar Vita Datau Mesakh.

Kebetulan, reputasi Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) melengkapi kekuatan tim promosi Wonderful Indonesia ini. AGI yang telah berjuang sejak 2013 dan menjadi anggota Academie Internationale de la Gastronomie (AIG) yang berpusat di Perancis; berhasil menjadi host country di gala dinner 5 Februari 2017 lalu di Le Bristol Paris. Fakta ini kian memperkuat posisi Indonesia di Industri gastronomi Perancis khususnya F&B hotel berbintang seperti Shangri-la.


Artikel Terkait

Komentar