Artikel Pilihan Editor

Bicara di Forum IDF, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Kenalkan Program Gadis
Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona pada acara Indonesia Development Forum yang digagas Kementrian PPN-Bappenas, Rabu (11/7/2018), di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. | IST/Lampungpro.com
Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona pada a...

Bicara di Forum IDF, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Kenalkan Program Gadis

JAKARTA (Lampungpro.com): Inovasi Program Gerakan Desa Ikut Sejahtera (Gadism) menjelaskan bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa bisa terwujud. “Inovasi ini mengedepankan bagaimana produk unggulan dan basis produksi desa bisa diajak bekerjasama untuk lebih berkembang berdasarkan kondisi potensi pasar dari masing-masing desa,” kata Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona pada acara Indonesia Development Forum yang digagas Kementrian PPN-Bappenas, Rabu (11/7/2018), di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. 

Saat itu, Dendi Ramadhona hadir sebagai pembicara yang bertajuk “Inovasi Tata Kelola Pemerintahan dan Pembangunan Daerah”. Forum IDF ini dihadiri sekitar 700 orang dengan latar belakang pemerintahan, akademisi, peneliti, swasta, investor serta media. 

Forum ini sendiri membahas bagaimana mengatasi ketimpangan wilayah di Indonesia. Dendi memaparkan tentang Program Gadis ini berjalan berdasarkan skema supervise, fasilitator, verifikasi, penyertaan modal, monitoring dan evaluasi. “Ini merupakan sebuah skema inovasi yang mendorong kualifikasi peningkatan kompetensi  kompetisi BUMDes  dan potensi ekonomi masyarakat desa,” kata Dendi.

Beberapa dukungan Program Gadis sendiri telah dilakukan pada sektor-sektor perbaikan infrastruktur wisata, penyertaan modal BUMDes, inkubasi usahanya. “Adapun yang kami lakukan adalah, seperti bantuan kapal, alat snorkeling di BUMDes Pahawang, perbaikan jalan menuju Air Terjun Anglo Desa Gunungrejo,” kata dia.

Kemudian, penyertaan modal dan inkubasi bisnis air mineral di Desa Mulyosari, penguatan modal dalam pengolah biji coklat di Desa Wiyono dan Gunungrejo. “Kemudian, penguatan modal pengolahan batu fosil di Wates Wayratai, penguatan modal kerajinan tangan kain tapis di Negerikaton,” kata dia.

Selain itu, kata Dendi, penguatan lembaga BUMDes dengan basis aplikasi, telah dilakukan di salah satu desa di Kabupaten Pesawaran, yakni Desa Hanura. “Contoh konkret dari Program Gadis ini. desa-desa tersebut berkembang berubah menjadi berprestasi,” kata Dendi.

Misalnya, Desa Hanura menjadi pelopor Desa IT dengan inovasi pelayanan berbasis  IT. Kemudian, Desa Gunungrejo menjadi desa terbaik nasional Regional Sumatera tahun 2017. “Kemudian, Desa Mulyosari menerima penghargaan Pakarti Utama 2017, Desa Sinarjati meraih penghargaan Pakarti Utama 2018,” kata dia.

Dalam forum tersebut, Dendi mengajak serta berharap semua stakeholder yang terkait bisa bekerjasama dengan Pemkab Pesawaran yang akan membuka pintu seluas-luasnya selama kerjasama tersebut berlaku.

Kerjasama yang sangat diharapkan oleh Pemkab Pesawaran  adalah kerjasama inkubasi bisnis, akses permodalan, akses pemasaran yang terintegrasi. “Tujuannya, agar pemberdayaan ekonomi masyarakat desa bisa bergerak bersama dengan kemajuan warga desanya.”

Senada dengan kegiatan tersebut, Saifuddin, Kepala Desa Mulyosari. Wayratai, mengharapkan program inovasi Gadis yang digagas Bupati Pesawaran ini bisa terus dilanjutkan. “Tujuannya. agar mendorong kemajuan ekonomi desa dengan berbasis produk unggulan yang ada di desa. (**/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait