Artikel Pilihan Editor

Warga Gedongtataan Terima Jembatan Gantung ke-9 dari Ridho Ficardo
Jembatan gantung darurat yang siap pakai di Desa Karanganyar, Gedongtataan, Pesawaran, Sabtu (14/4/2018). LAMPUNGPRO.COM
Jembatan gantung darurat yang siap pakai...

Warga Gedongtataan Terima Jembatan Gantung ke-9 dari Ridho Ficardo

GEDONGTATAAN (Lampungpro.com): Program Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung Lampung untuk Indonesia yang dicanangkan Gubernur Lampung (nonaktif) Muhammad Ridho Ficardo berlanjug ke Gedongtataan, Pesawaran. Kali ini jembatan ke-9 yang dibangun bersama relawan Vertical Rescue Indonesia (VRI) Lampung diserahterimakan kepada warga Desa Karanganyar, Sabtu (14/4/2018).

Jembatan darurat ini dibangun berkat informasi melalui media sosial pada Minggu 11 Maret 2018, saat warga dibuat panik oleh aliran air kali yang naik tinggi dan mengalir deras di Dusun Candi Wulan. Akibat naiknya muka air dan mengalir deras, sebuah jembatan darurat yang terbuat dari bambu hasil swadaya masyarakat hanyut tak berbekas tersapu air sungai. Kejadian tersebut terekam video dan sempat viral di media sosial.

Menurut Kepala Desa Karanganyar, Wasiman, jembatan tersebut penghubung dua dusun dan digunakan oleh siswa dari berbagai desa sekitar untuk menuju ke SMPN 26 dan SDN 3 yang berada tidak jauh dari lokasi jembatan. Selain kebutuhan untuk sekolah, setiap sore banyak anak mengaji yang melintas dan menyebrangi sungai.

Informasi itu ditindaknjuti relawan VRI Lampung untuk segera meninjau lokasi. Bagi para relawan, pendidikan anak-anak bangsa harus menjadi prioritas dan merupakan hal yang mendesak. “Membantu adik-adik kita agar tidak terhambat ke sekolah adalah suatu tugas terhormat buat kami,” kata Muhammad Kariskun, koordinator VRI di Lapangan.

Panjang Bentang jembatan gantung tersebut adalah 46 meter. Dikerjakan dengan gotong royong bersama relawan VRI. “Jembatan ini adalah jembatan asa, jembatan harapan, untuk adik-adik kita berangkat ke sekolah, yang sebulan sebelumnya terputus akibat luapan banjir sungai. Demi masa depan anak-anak bangsa mohon agar dijaga bersama oleh Bapak dan Ibu, karena sekarang ini milik Bapak dan Ibu, bukan milik Relawan,” kata Donni Ariesta.

Donnie mengapreasi peran serta masyarakat khususnya warga Karanganyar yang sangat luar biasa sehingga Jembatan Gantung Darurat sederhana tersebut dapat dikerjakan dalam waktu singkat, hanya lima hari. Selain untuk akses pendidikan, jembatan tersebut juga dapat digunakan oleh warga yang sebagian besar petani untuk sehari-sehari ke ladang atau sawahnya.

Dalam sambutan salah satu warga menyampaikan  terima kasih kepada relawan, karena bekerja siang dan malam. Bahkan ketika hujan untuk menuntaskan pembangunan jembatan tersebut. Warga juga menyampaikan terima kasih kepada Muhammad Ridho Ficardo, yang memiliki inisiatif program sosial yang bermanfaat dan dirasakan masyarakat. Bahkan mereka baru tahu di Kecamatan Gedongtataan dibangun dua jembatan gantung yaitu di Desa Bagelen dan Desa Sukaraja.

Istri Ridho Ficardo, Yustin Ridho Ficardo juga mampir dan bergabung dengan warga dan relawan, selaku tokoh pendidikan yang sangat peduli dengan pendidikan anak-anak, dan ingin meninjau bagaimana kegiatan bakti yang dilakukan oleh para Relawan dan warga masyarakat. Yustin sangat bangga dengan para relawan dan warga yang bergotong royong mendorong gerakan ini. (PRO1)


Komentar

Artikel Terkait