Artikel Pilihan Editor

Pilgub Lampung, Ini Cara Jitu Herman HN Atasi Kelangkaan Pupuk
Herman HN ini menggalang dukungan di Lampung Tengah, tepatnya di Lapangan Merdeka Pelita Jaya, Kecamatan Bangunrejo, Senin (12/3/2018) siang. Herman pun membuka dialog dengan masyarakat setempat. |IST/Lampungpro.com
Herman HN ini menggalang dukungan di Lam...

Pilgub Lampung, Ini Cara Jitu Herman HN Atasi Kelangkaan Pupuk

LAMPUNG TENGAH (Lampungpro.com): Calon Gubernur Lampung Herman Hasanusi tak pernah lelah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kali ini, pria yang kerap disapa Herman HN ini menggalang dukungan di Lampung Tengah, tepatnya di Lapangan Merdeka Pelita Jaya, Kecamatan Bangunrejo, Senin (12/3/2018) siang. Herman pun membuka dialog dengan masyarakat setempat.

Salah seorang warga, Mardiyanto (42), mengeluhkan kondisi kehidupan yang serba susah. Banyak layanan kesehatan yang sulit diakses masyarakat. Ia pun mengeluhkan jalan yang tak pernah diperbaiki pemerintah. "Sudah 20 tahun jalan Kalirejo-Wates rusak," kata dia dalam dialog dengan Walikota Bandar Lampung non-aktif ini.

Ia juga mengeluhkan pupuk pertanian yang selaku kurang. Dalam hal pendidikan, Mardiyanto mengutarakan kurangnya sekolah SMK di Lampung Tengah. "SMK kurang, tiap musim pun pupuk pertanian juga kurang," kata dia.

Menanggapi keluhan masyarakat, Herman mengaku telah memiliki cara jitu mengatasi ketersediaan pupuk. Cara jitu itu akan ia terapkan saat terpilih menjadi gubernur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 27 Juni 2018. "Nanti saya terapkan kalau kepilih," kata dia.

Ia menegaskan kepada masyarakat agar tidak khawatir. Herman memiliki calon wakil gubernur Sutono yang ahli dalam pertanian. Sutono bakal membuat berbagai terobosan agar petani sejahtera. "Nggak perlu cemas lah, yakin coblos Herman HN-Sutono," kata suami dari Eva Dwiana ini.

Selain itu, Herman berjanji akan memperbanyak jumlah SMK di Lampung Tengah. Sekolah gratis yang ia terapkan di Bandar Lampung, akan diterapkan se-Lampung. Soal kesehatan, ia mengaku baru mengetahui jika di kabupaten memiliki pelayanan kesehatan yang tidak 24 jam. "Nanti yang saya terapkan di Bandar Lampung akan diterapkan seluruh Lampung," kata dia. (SYAHREZA/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait