Artikel Pilihan Editor

Imam Nahrawi, dari Ketua PMII Hingga Menteri

JAKARTA--Perjalanan karir Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era pemerintahan Presiden Joko Widodo ini bisa dikatakan tak selalu mulus. Pria kelahiran Bangkalan, 8 Juli 1973 ini mengaku tak pernah terpikirkan akan menjadi seorang menteri. "Nggak nyangka aja, dulu aktivis sekarang jadi menteri," kata Imam kepada Lampungpro.com di kantor Kemenpora, Senin (5/3/2018) petang.

Mengawali karir di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang membuat dirinya aktif. Kepemimpinan sosok Imam pun ia dapat dari PMII hingga menjadikannya Ketua Umum PMII Surabaya dan Ketua Umum PMII Jawa Timur pada usia 24 tahun. Pada masa mahasiswa, alumni Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel ini aktif dalam berbagai kegiatan kampus.

Awal terjun ke dunia politik, pria lulusan S1 Pendidikan Bahasa Arab ini mengawali karir di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Kepala Sekretariat Jendral DPP PKB pada 1999. Pengalaman menjadi aktivis membuat dirinya belajar cepat tentang kepartaian. Pria penyuka olahraga pacuan kuda ini pun pernah menjadi staf khusus Wakil Ketua DPR RI asal Fraksi PKB.

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2004, pecinta olahraga ini terpilih menjadi anggota DPR RI. Karir Imam dalam dunia politik pun kian mantap hingga membawanya menduduki kursi Sekjend DPP PKB periode 2008-2014. "Abis itu berturut-turut terpilih menjadi anggota DPR RI," kata pria yang kerap disapa Cak Imam ini.

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, ia mencoba kemasan politik yang berbeda. Imam ditunjuk sebagai wakil ketua Tim Nasional Badan Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pun membawanya menduduki kursi Menpora. Ia diminta secara khusus oleh Joko Widodo sebagai Menpora. "Tau-tau diminta, gitu aja," kata Imam. (SYAHREZA/PRO2)


Artikel Terkait