Artikel Pilihan Editor

Pengundian Nomor Urut Pilgub Lampung, Paslon Tak Ada Persiapan Khusus
Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono. | SYAHREZA/Lampungpro.com
Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono. | SY...

Pengundian Nomor Urut Pilgub Lampung, Paslon Tak Ada Persiapan Khusus

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Menjelang pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung yang dimulai pukul 19.00 WIB malam nanti, di Hotel Novotel Lampung, pasangan calon (paslon) mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Setiap paslon memiliki cara masing-masing sebelum melakukan pengundian nomor.

Paslon Herman HN-Sutono (Hero) yang diusung PDI-Perjuangan mengaku tidak ada persiapan khusus. Paslon ini bersama dengan tim pemenangannya akan melaksanakan salat Magrib berjamaah terlebih dahulu. "Kalau persiapan khusus tidak ada. Tapi, yang jelas nanti kami akan kumpul dulu dan melakukan salat Magrib berjamaah. Baru setelah salat, kami berangkat bersama," kata anggota tim pemenangan Hero Rakhmat Husein.

Paslon Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Panah Arjuna) juga mengaku tidak ada persiapan khusus, Para tim akan berangkat bersama-sama dari kantor DPD Golkar. “Biasa-biasa saja tidak ada yang khusus. Kita akan berangkat bersama-sama dengan tim pemenangan dari Golkar, PAN, PKB,” ujar liaison officer (LO) paslon Arinal-Nunik, Yuhadi.

Hal senada diungkapkan paslon petahana M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri (Ridho Berbakti II). Paslon Ridho Berbakti tidak akan ada persiapan khusus. Tim akan berkumpul dari sore hari di kediaman pribadi Ridho di Perumahan Vila Citra, Sukabumi. “Kami kumpul dulu, kemudian selepas Magrib berangkat ke Novotel," ungkap Levi Tuzaidi, LO paslon Ridho Berbakti II.

Sementara, Ketua KPU Provinsi Lampung Nanang Trenggono mengatakan, pengundian nomor urut akan dilakukan oleh keempat pasangan calon dengan disaksikan oleh Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), Kepolisian Daerah (Polda), Kejaksaan Tinggi (Kejati). Untuk pengambilan undian dilakukan dua kali. Pertama, ada 12 bola yang mana ada nomor urutnya di dalam wadah.

“Jadi, bola-bola itu diaduk dan diambil oleh ketua Bawaslu, Kejati, dan Kapolda. Setelah itu barulah calon wakil gubernur yang mengambil. Kalau mendapat nomor terkecil, misal nomor 3, maka calon tersebut punya kesempatan pertama kali mengambil nomor urut. Begitu seterusnya," kata Nanang. (REKANZA/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait