Artikel Pilihan Editor

Bawaslu Copot Alat Peraga Kampanye Cagub dan Cawagub Lampung
Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah. | IST/Lampungpro.com
Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatu...

Bawaslu Copot Alat Peraga Kampanye Cagub dan Cawagub Lampung

 

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Bawaslu telah menertibkan alat peraga kampanye (APK) dan bahan sosialisasi calon lainnya yang ada foto serta program Gubernur/Wakil Gubernur, Wali Kota, Bupati/Wakil Bupati yang mengikuti konstelasi Pilkada 2018. Hal ini dikatakan Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah.

"Usai penetapan kemarin (12/2/2018), secara simbolis kita menertibkan alat sosialisasi calon di lampu merah depan Masjid Al-Furqon. Selain baliho dan banner yang diturunkan, iklan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung di media cetak dan elektornik juga ditertibkan. Apabila tidak diturunkan kami akan membatalkan pasangan calon,” kata Khoir, sapaan akrabnya.

Menurut Khoir penertiban atribut ini mulai tanggal 12-14 Februari 2018 dan ditargetkan selesai ditertibkan sampai tanggal 15 Februari 2018. Pihaknya juga akan melakukan deklarasi tolak politik uang, SARA, dan ujaran kebencian di media sosial. Agenda tersebut merupakan agenda serentak secara nasional bersama 171 daerah di Indonesia.

Dalam agenda tersebut mengundang seluruh pasangan calon dan diwajibkan hadir. "Semua pasangan calon kita undang. Nantinya mereka memberikan cap tangan di spanduk yang telah disiapkan sebagai bukti komitmen calon. Kita pingin semua calon ini mempunyai integritas," kata dia.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung telah menetapkan 4 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pada Senin lalu (12/2/2018). Hal tersebut sesuai dengan Berita Acara Nomor: 06/PK.01-BA/03/Prov/II/2018 tentang penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2018

Keempat pasangan itu M. Ridho Ficardo-Bachtiar Basri dengan koalisi Partai Demokrat (11), Gerindra (10) dan PPP (4). Kemudian Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim dengan koalisi Partai Golkar (10), PAN (8) dan PKB (7). Selanjutnya Mustafa-Ahmad Jajuli dengan Partai NasDem (8), PKS (8) dan Hanura (2). Lalu Herman HN-Sutono dengan PDI Perjuangan (17). (REKANZA/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait