Artikel Pilihan Editor

Pilkada Lampung, PMII Bandar Lampung Ajak Kaum Muda Tidak Golput
Ketua PMII Kota Bandar Lampung Erzal Syahreza Aswir (dua dari kanan) bersama pengurus lainnya. | IST/Lampungpro.com
Ketua PMII Kota Bandar Lampung Erzal Sya...

Pilkada Lampung, PMII Bandar Lampung Ajak Kaum Muda Tidak Golput

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Bandar Lampung, mengajak kaum muda untuk tidak golput pada gelaran pesta demokrasi (Pilkada serentak) Juni 2018 mendatang. Hal ini diungkapkan ketua PMII Kota Bandar Lampung Erzal Syahreza Aswir. "Pesta demokrasi harus dimaknai sebagai ajang memperbaiki tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar aktivis mahasiswa ini.

Mahasiswa Universitas Lampung ini menegaskan pesta demokrasi khususnya di Lampung harus menjadi pestanya rakyat. Setiap pasangan yang akan mencalonkan diri menjadi kepala daerah juga harus memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat. “Paparkan visi-misi yang membangun dan harus bersaing secara sehat. Tidak melakukan money politic," tegas dia.

Sebagai seorang ketua organisasi kemahasiswaan, ia mengajak seluruh mahasiswa khususnya di Bandar Lampung, untuk bisa menyikapi pesta demokrasi dengan bijak dan cerdas. Sebagai agen perubahan, mahasiswa harus mampu mengajak masyarakat turut serta merayakan dan mensukseskan pesta demokrasi.

“Ajak masyarakat memilih, jangan sampai golput. Mahasiswa dituntut harus mampu mengawal pesta demokrasi agar berkualitas serta berjalan secara sehat. Demokrasi yang sehat akan melahirkan pemimpin yang bijak," kata pria berdarah Solo ini.

Mahasiswa FKIP ini pun menjelaskan, mahasiswa harus mengawal setiap proses pilkada di Lampung. Di Lampung sendiri akan ada Pilgub dan dua Pilkada yaitu Kabupaten Tanggamus dan Lampung Utara. Posisi PMII Bandar Lampung bersikap independen. Secara kelembagaan PMII tidak akan turut serta menjadi tim pemenangan salah satu pasangan calon.

"PMII tetap akan pada porsinya yaitu mengkader mahasiswa untuk bersama membangun bangsa. Saya tak mewajibkan kader PMII Bandar Lampung untuk memilih salah satu pasangan calon. Setiap kader memiliki hak untuk menentukan pemimpin yang akan dipilih," kata dia. (REKANZA/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait