Artikel Pilihan Editor

Anggota LSM WCS: Banyak Celah Masuk Hutan Way Kambas untuk Pemburu Liar
Seorang anggota polisi di lampung Timur saat memandikan gajah jinak di Taman Nasional Way Kambas. Minggu (11/2/2018), seekor gajah liar di TNWK ditemukan mati diduga korban perburuan. | SUSANTO/Lampungpro.com
Seorang anggota polisi di lampung Timur ...

Anggota LSM WCS: Banyak Celah Masuk Hutan Way Kambas untuk Pemburu Liar

LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.com): Wajar jika hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi sasaran mudah bagi perburuan liar. “Sebab, banyak celah yang dianggap aman masuk ke dalam hutan dilindungi tersebut,” kata anggota LSM Wildlife Conservation Society (WCS) Sugio, saat dikonfirmasi Lampungpro.com, Selasa (13/2/2018).

Areal yang paling rawan dengan perburuan liar, kata dia, yaitu Seksi III Kualapenet karena berbatasan langsung dengan desa-desa penyangga dan perburuan bisa masuk melalui desa. Kemudian, Seksi I Way Kanan, yang merupakan areal yang berbatasan dengan laut. Sehingga, jika pemburu masuk Seksi 1 pasti melalui jalur laut. “Dua titik itu perlu menjadi PR bagi pihak Balai TNWK,” kata Sugio.

Menurut dia, persolan perburuan liar di hutan TNWK bukan persoalan baru. Bahkan, hingga hampir setiap tahun terjadi perburuan dan ironisnya belum pernah ada yang tertangkap, terutama pelaku perburuan gajah.

Untuk benar-benar menjadikan hutan TNWK aman dari prilaku perburuan, pihak balai harus bisa bekerja sama dengan kepolisian dan TNI. “Mengapa butuh polisi dan TNI, karena hutan TNWK cukup luas tidak akan mungkin sanggup jika dikendalian oleh Polhut saja,” kata Sugio.

Sementata itu, Kepala Balai TNWK Subakir enggan memberikan keterangan terkait kematian gajah liar yang diduga sebagai korban perburuan. Dia belum memberikan komentar terkait penemuan bangkai gajah betina di dalam hutan TNWK. (SUSANTO/PRO2)


Komentar

Artikel Terkait